Jumat, 28 Agustus 2015

Dua Puluh Delapan Agustus: Efek Rumah Kaca - Melankolia

Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah
Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati

Melankolia
Melankolia...

Dua Puluh Delapan Agustus: Lepas

Sambil kupilin utas jiwa ini, sesekali ujung gundah kembarakan biar sudah

Jika nanti pada tepi yang bertaut, hamparkan selebar yang kau suka

Aku menunggumu, demi nyaman yang kau mau

Minggu, 16 Agustus 2015

Enam Belas Agustus: Apa Ini?

Bukan lemah, namun juga tidak sangat kuat. Hendak berkesah tak berkesudahan.Aku dipecundangi keadaan. Aku hanya perlu kata-kata, tapi bagaimana menjelaskan? Sungguh.. Ini rasanya seperti menangis, namun tanpa air mata.

Kamis, 13 Agustus 2015

Tiga Belas Agustus: Tuan

Ada perjumpaan, begitu pula perpisahan. Ada bahagia, begitu pun kedukaan. Ada cerita yang tak bisa ditoreh dalam kata. Ada air mata yang terlalu sering diseka. Atau justru, kepedihan yang tak bisa dijelaskan kepada siapa-siapa.