Tak banyak ekspresi cinta yang kau
berikan, tak banyak juga kata terlontar
untuk menasehati kami. Cintamu hening
tapi begitu dalam. Aku tahu itu bapak,
sebagaimana kurasakan ketika engkau
mendekapku.
***
Kini candamu seketika meredup oleh
sedikit uji dari Pemilik kita, engkau yang
pendiam kini semakin terdiam. Ayah, sakit
sekali rasanya melihatmu tertatih hanya
untuk mengucap pinta, sedang justru
fasihnya lidah kelu mu melafadz namaNya
tak bisa menahan laju air mataku. Ayah,
untuk ibuk, untuk anak-anakmu, kuatlah :'(
“Sirnakanlah keluhan wahai Tuhan seluruh
manusia, sembuhkanlah dia, karena
Engkaulah Dzat Penyembuh, tiada
kesembuhan melainkan kesembuhan dari-
Mu, kesembuhan yang tiada menyisakan
rasa sakit — Laa ba sa thohuurun Insya
Allah”
Kamis, 28 Januari 2016
Dua Puluh Delapan Januari: Sudah
Sabtu, 02 Januari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)