Jangan lupa, cinta yang paling baik adalah yang secukupnya. Tempat teraman baginya, ialah doa.
Dan aku,
Semacam ingin menghilang, dan ingin rasa rindumu saja yang sanggup menemukanku.
Kau kuinginkan, namun sengaja tak kukejar, meskipun terjangkau. Nampaknya kau juga mengerti, ada yang selalu berbeda ketika sudah dimiliki.
Senin, 07 Desember 2015
Tujuh Desember: Naas
Sabtu, 05 Desember 2015
Desember Lima: Dua Puluh Satu
Sebenarnya, hari ini adalah peringatan seorang anak telah resmi lahir
Diminumkan air gletser, setangkup gambas, dan kuah air mata
Masing-masing satu penukar beratnya
Kurang lebih 350 kilo kalori buat sarapannya sampai nanti siang
Mukanya sumringah, matanya mengerjap penuh cahaya.
Kepada kawannya ia berbisik ,”Cita-citaku menjadi pelawak”
Dan tertawalah semua orang.
Sambil terhuhu-haha-hihi semua yang hadir menjulurkan kepalanya untuk bertanya,
“Bagaimana bisa impian manusia mungil ini sebegitu rendah?”
“Saya cuma ingin melihat kalian bahagia”
Tak seberapa jauhnya, di balik bilik, para profesional menjual hatinya di sini.
“Kami para professional dan kalian semua para rendahan tukang telat! Jika deadline rabu depan maka kumpulkan hari selasa padaku! Jika lewat? Sampaikan salammu pada surat peringatan satu, bro.”
Si jabang bayi akhirnya berubah bentuk jadi makhluk tegak berdandan rapi tiap ke sekolah.
Ia berangkat subuh pulang malam.
Dengan fisik lelah dan jiwa kosong.
Jika barangkali engkau bertemu dengannya di suatu waktu, cobalah menyapa dan bertanya,
” Bagaimana cita-citamu? Terejawantahkankah?”
Ia cuma senyam-senyum getir.
Ditertawakan orang dia telah biasa, .
karena itu satu cita-citanya.