Tuhan, hamba-Mu ini sedikit lelah, dengan hatinya, dengan hidupnya. Hari-hari yang menggulung penuh gelombang pasang. Penat untuk setiap harinya yang pernah ia harap akan baik-baik saja. Lelah mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, namun ia menolak dan tidak bisa lagi untuk menunduk kebawah. Baru ia sadari, bahwa sesungguhnya ini benar-benar tidak akan pernah mudah.
Ia lemah untuk menegakkan nafas dalam setiap coba-Nya. Hujan selalu saja berhasil mengoyaknya, menjadi kepingan manusia kecil yang hina. Silih berganti, bertubi-tubi.
Tuhan.
Ia hanya makhlukmu yang berselimut kulit ari. Manusia yang terpaling lemah dihadap-Mu. Adakah jalan terang menuju-Mu untuknya?
Senin, 20 Juli 2015
Dua Puluh Juli: Coret
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar