Selasa, 12 Agustus 2014

Dua Belas Agustus: Angkuh

dia manusia paling angkuh,
menolak cinta jauh dari hatinya,
memijak sayang keujung kakinya,
membuang rindu keluar dari kepalanya,
memandang lelaki cuma lalu sebelah
matanya,
dipejam, pendam, dan hilang,
seakan tak pernah wujud cinta dalam hidupnya,
padahal,
dialah manusia terpaling lemah,
sembunyi perasaan dibalik keangkuhan,
punya cinta, dipendam,
punya rasa, dibiar,
punya rindu, tersimpan,
punya sayang, terbuang,
lagak manusia tak akan tewas,
kukuh berdiri atas dua belah kakinya,
tersungkur padu bila diusik hatinya,
dia pada akhirnya,
kalah pada kepura-puraan,
yang sekian lama bersembunyi,
disebalik keangkuhan seorang wanita,
bila datangnya kejujuran,
dari seorang lelaki,
yang dengan senyum berbicara,
"cinta tak akan pernah datang dalam angkuh,
cuma wanita yang seringkali rapuh dan akhirnya
jatuh”
puisi ini sendiri,
sudah cukup angkuh,
bila ‘aku’ ditulis ‘dia’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar