Rabu, 27 Agustus 2014

Dua Puluh Tujuh Agustus: Cinta Itu Pengecualian

Jika kau percaya pada cinta maka kau akan tahu bahwa tidak ada cinta yang memiliki alasan.
Aku sibuk mencintaimu hingga tak tahu bagaimana kau telah menumbuhkan cintaku padamu dan mengabaikan bagaimana cintamu
padaku.
Aku tak bisa beranjak, terjebak pada rasa yang tak ku tahu arah datangnya, pada kamu yang tak ku tahu laju hatinya.
Tak ku temukan alasan kenapa cinta sudi bertumbuh pada kamu yang sama sekali belum bisa disentuh.
Kau tahu?
Cinta adalah pengecualian, kau tak
bisa melawan ketika itu sudah pilihan, bahkan ketika itu sudah mustahil diperjuangkan.
Cinta tak pernah memiliki tapi, ia tak punya "karena"
Ia hanya ingin diikuti, meski sering kali sulit dimengerti, dengan keras hati ingin berhenti pada hati.
Tak mau tahu seberapa keras kau
menghindari, ia hanya akan semakin menjadi ketika berkali-kali kau menyuruhnya untuk menyudahi.
Ia semakin tumbuh ketika ada perbincangan tengah malam, ketika ada ucapan selamat pagi, siang, sore, dan malam.
Ketika terlalu banyak rindu yang kau bebaskan melayang-layang menyerupai wajahnya di angan.
Ketika semua logika tak mampu kau kuasai bahkan ketika orang lain sudah menyuruhmu berhenti karena melihatmu tersakiti.
Lihat, betapa ia menjadikanmu orang yang sama sekali tak memiliki alasan, tak punya penjelasan, pada apa yang mereka sebut itu,
cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar