Sedang mengutip namamu, lagi, pada baris yang sama. Kutulis sampai pada kalimat ketiga.
"ketika satu bulan menghilang, bahkan seribu bintang tak akan bisa menggantikan cahayanya".
Sayang,
Rangkaian kata ini bukan untuk memanggilmu dalam ramai. Tidak untuk menarik lagi hidupmu yang tlah damai.
Tapi bukan aku tak mengiba pada setiap alfamu, karena aku pasti kehilangan. Maka kubakar rasa ini dalam api, kusemai panasnya dalam bara.
Hingga aku tersadar, cahaya seribu lilin ini terang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar