Sabtu, 28 November 2015

Dua Puluh Delapan November: Maison

Aku mau pulang saja
Menjinjing rinduku berjalan ketepian
Mungkin aku memang tak tau arah pulang
Tapi biarlah
Sesegeralah aku enyah dari persinggahan ini

Yang tak lagi nyaman kutempati

Lekas saja memotong akar-akar di kakiku
Hingga langkah ini tidak sedemikian kaku
Dan aku menanam terlalu banyak hal disana
Yang jika aku pergi maka akan mati kutinggali

Namun bukankah sebaik-baik peraduan ialah yang mencipta kenyamanan
Jadi untuk apa bertahan membiasakan diri dengan perasaan tak aman?

Mungkin saja saat berjalan pulang nanti
Akan kutemui sarang tak berpenghuni
Hingga nanti akan kudiami
Sampai aku enggan pulang lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar