Menyibak tirai pelan sebelum semua terjaga
Nafas kuhela hawa dingin terasa
Ah, pagi tiba
Terlalu pagi untuk jadi pagi
Terlalu manis untuk secangkir chococino yang kuhisap dengan merdu
Jendela masih terkantuk-kantuk
Kepala terantuk, lisan mengutuk
Tapi bukan apa-apa, belum pasti kutemui
Dunia esok hari
Air menembus sendi belulang
Gemeretak dinding rongga berirama
Tirai jiwa tersingkap sempurna seketikanya
Ditengah gigil kulanjutkan dengan dua rakaatku
Bersua dengan kekasih tanpa sepengetahuan matahari
Sejuk ini adalah efek sakral semalaman
Sebab tangisnya meninggalkan tetes penghabisan di liuk ilalang
@kristufreak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar