Desember Lima

Tidak pernah berhasil orang memanjat tebing dengan kedua tangan di dalam saku.

Selasa, 24 Februari 2015

Dua Puluh Empat Februari: Pitam


Bendungku mual lagi, siap muntah
Lirih parah, tanpa arah
Tak ada katup, tiada ampun
Emosi tuntun beruntun

Semua menggoda, rusak tiang jiwa
Terkikis merah membara
Kucoba merapal mantra
Kuharap tenang jiwa

Diposting oleh Unknown di 08.58
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Lokasi: Kerten, Laweyan, Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2016 (17)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2015 (32)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (5)
    • ▼  Februari (4)
      • Dua Puluh Empat Februari: Pitam
      • Dua Puluh Tiga Februari: Kunamai Bintang
      • Enam Belas Februari: Jeda Lelahmu
      • Sembilan Februari: Something I Should Fight For
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (29)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (8)
@kristufreak. Tema Sederhana. Gambar tema oleh billnoll. Diberdayakan oleh Blogger.