Sesorean melangkah kakiku
Tidak sekadar satu-dua depa
Tak lain ialah kilometer kutapaki
Demi bertemu engkau, memeluk engkau, dalam sendiri
Aku melakukan sesuatu saat engkau tiada
Aku mentintaimu dengan tulisan latin
Kemudian kutuliskan surat serupa wajahmu
Kalau-kalau suaraku tak jua menembus gendang telingamu
Sekali lagi kubaca goresan itu
Dan getar itu kembali sampai pada laik kau yang pertama kali kutemui
Namun derapku kini tiada lagi lurus kepada engkau
Dan rasa yang kutafsir tak lagi bermuara pada engkau
Sebab ada waktu dimana rasaku kikis serta tabahku ranggas untuk memuja
Sebab aku terbiasa pada kecewa
Dan pelan-pelan kutabahkan
Hatiku harapku
Sejak lalu, sejak aku menikah
Dengan rindu
Solo, untuk lelaki bercula satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar